Ady Water Jakarta

Penjelasan Pasir Silika/Kwarsa

Selasa, 03 Maret 2015

Harga Membran Ro Murah 082140002080

Harga Membran Ro Murah 082140002080

Harga Membran Ro Murah 082140002080

MEKANISME SCALING CACO3 PADA MEMBRAN RO (REVERSE OSMOSIS)

Potensi scaling yang disebabkan oleh garam CaCO3 (kalsium karbonat) dimiliki hampir disemua jenis sumber air di dunia seperti air permukaan, air tanah, air payau, air laut serta air limbah. Kalsium karbonat membentuk padatan atau deposit yang sangat kuat menempel pada permukaan membran. Sejauh ini CaCO3 merupakan penyebab scaling pada beberapa sistem seperti instalasi cooling water. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui lebih dalam tentang scaling yang diakibatkan oleh CaCO3 pada membran RO. Salah satu diantaranya menjelaskan prosedur laboratorium untuk mengetahui karakteristik kecenderungan pembentukan kerak CaCO3 pada air umpan RO.

Penelitian lain mempelajari tentang induction time pembentukan kerak CaCO3 pada media berpori  dan mekanisme dan permodelan tentang fenomena scaling yang terjadi pada membran RO; scaling yang diakibatkan oleh keberadaan CaCO3, CaCO3 dan CaCO3 pada air umpan dengan mempertimbangkan adanya pengaruh ion satu dengan yang lainnya; dan mempelajari pembentukan kerak CaCO3 pada membran RO dan membran nanofiltrasi (NF). Proses pembentukan kerak merupakan proses sangat rumit yang melibatkan mekanisme kristalisasi dan transportasi hidrodinamik. Terdapat dua mekanisme kristalisasi yang sampai saat ini bisa dideteksi dari fenomena scaling yaitu, kristalisasi permukaan (heterogen) dan kristalisasi bulk (homogen).

Pada kristalisasi permukaan, penurunan fluks terjadi akibat adanya pertumbuhan deposit kerak secara lateral yang memblokade permukaan membran, sedangkan pada kristalisasi bulk, kristal terbentuk pada sedimen larutan bulk dipermukaan membran yang menyebabkan terjadinya penurunan fluks. Hal ini mengilustrasikan kedua skema pembentukan kerak pada sistem membran RO. Hal yang hampir sama telah ditemukan sebelumnya oleh Cohen (2002) pada penelitian tentang mekanisme scaling CaSO4.     Mekanisme selanjutnya adalah:
  • Induction time untuk proses inisiasi kristal;
  • Transportasi kristal (crystal transportation);
  • Pengikatan kristal (crystal attachement);
  • Removal;
  • Ageing.
Induction time didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk mencapai pembentukan kristal dari keadaan supersaturasi. Induction time sangat dipengaruhi oleh derajat supersaturasi dan temperatur. Perpindahan komponen komponen zat terlarut ke permukaan membran (crystal transportation) dipengaruhi oleh berbagai macam proses seperti difusi, sedimentasi, turbulen, dan termoporesis. Sedangkan pengikatan kristal mengacu pada proses terikatnya zat terlarut pada permukaan membran yang dipengaruhi gaya Van der Walls, elektrostatik, tegangan permukaan, dan properti dari zat terlarut seperti densitas, elastisitas serta kondisi permukaannya.

Saat pertumbuhan kristal pada permukaan membran konstan, maka akan terjadi kesetimbangan antara deposisi dan perpindahan kristal (removal). Proses ageing akan terjadi sesaat setelah proses deposisi. Pada tahap ini dimungkinkan terjadi perubahan struktur kimia atau kristal yang akan menaikkan atau menurunkan kekuatan dari deposisi tersebut. Kerak yang umumnya terbentuk dalam membran saat proses pemurnian air adalah kalsium karbonat, kalsium sulfat, kalsium posphat, barium sulfat, strontium sulfat, Fe(OH)2, silikon dioksida (silika) dan garam/mineral tersebut dapat diurutkan sesuai dengan kecepatan pengendapannya: CaCO3 > CaSO4 > Silika > SrCO3 > BaSO4 > SrSO4 > CaF2 > CaSiO4 > MgSiO3 > MgSiO3 > Ca3(PO4)2 > Fe(OH)2.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar